Kata Pengantar
Rasa syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT,
Tuhan YME. Kerena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini sesuai
dengan yang diharapkan. Dalam makalah ini, saya akan membahas materi tentang “Ilmu
Alamiah Dasar”. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang di berikan oleh
dosen mata kuliah imu alamiah dasar. Makalah ini di tulis dari hasil penyusunan
data-data yang penyusun peroleh dari rangkuman mata kuliah ilmu alamiah dasar,
buku panduan, ceramah-ceramah agama dan web yang bersangkutan. Tak lupa penulis
ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah imu alamiah dasar atas
bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, sehingga dapat
diselesaikannya makalah ini. Kami mengharap, dengan membaca makalah ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita
mengenai alam sekitar kita, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
demi perbaikan menuju arah yang lebih baik
Latar Belakang
Ilmu
alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan
pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk
di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar
hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja.
Pada pembahasan kali ini, kami akan
membahas Ilmu Alamiah Dasar secara lebih spesisfik lagi. Materi ilmu alamiah dasar ini tentu
saja hanya bersifat dasar, umum dan pengantar yang berkenaan dengan fenomena
alam dan daya fikir manusia hingga mampu memperoleh budaya modern yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya.
Rasa ingin tahu manusia yang terus
berkembang sebagai hasil perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari
hasil pengamatan dan pengalaman telah mendorong manusia untuk melahirkan
pendekatan kebenaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio belaka.
Makalah ini secara tidak langsung akan membahas tentang bagaimana proses
kelahiran pengetahuan alamiah modern yang menjadi suatu hal yang sangat menarik
untuk dipelajari lebih lanjut.
Jakarta, 19 Maret 2016
Ferradwitaniary Joana
I.
Pengertian Ilmu
Alamiah Dasar
Ilmu
alamiah dasar atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science)
merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam
semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD
hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan
ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam
menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD merumuskan pemikiran
yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara
tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat
lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra.
Ilmu
alamiah dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau
keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu alamiah selalu merumuskan
masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat
digunakan dalam ilmu alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari
objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra.
Metode-metode yang digunakan dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah
metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga,tidak dapat
dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai ilmu
alamiah dasar jika tidak ada realitanya.
II.
Perkembangan
Alam Pikiran Manusia
Manusia
sebagai makhluk berpikir diberi hasrat ingin tahu tentang benda dan peristiwa
yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri.Rasa ingin tahu ini mendorong manusia
untik menjelaskan gejala-ejala alam serta berusaha memecahkan masalah yang
dihadapi dan akhirnya manusia dapat mengumpulakan pengetahua.Pengetahuan yang
terkumpul semain banyak disebabkan rasa ingin tahu manusia yang terus
berkembang juga daya pikirnya, pada hewan usaha untuk eksplorasi kea lam
sekitar di dorong oleh instink yang terpusat pada usaha untung mempertahankan
dan melangsungkan kehidupan.
a) Ciri-ciri
Unik Manusia
1
Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya sehingga
manusia merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana (homo sapiens). Dengan daya
pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya dilakukan pada masa
sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan pertimbangan masa lalu yang
merupakan pengalaman. Pemikiran yang sifatnya abstrak merupakan salah satu
wujud budaya manusia yang kemudian diikuti wujud budaya lain, berupa tindakan
atau perilaku, ataupun kemampuan mengerjakan suatu tindakan.
2
Mengadakan metabolism atu pertukaraan zat, yakni adanya zat yang masuk dan
ada yang keluar.
3
Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari
dalam dan luar.
4
Memiliki potensi untuk berkembang
biak.
5
Tumbuh dan bergerak.
6
Berinteraksi dengan lingkungannya,
artinya : Manusia dapat membuat alat-alat dan menggunakannya
sehingga disebut sebagai manusia kerja (homo faber), Manusia dapat berbicara
(homo longuen) sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat
disampaikan melalui bahasa kepada manusia lainnya, Manusia dapat bermasyarakat
(homo socius), tidak bergerombol seperti binatang yang hanya mengenal
hokum rimba, “siapa yang kuat dialah yang berkuasa”, Manusia dapat mengadakan
usaha dengan menggunakan dasar ekonomi (homo aeconomicus).
b)
Rasa Ingin Tahu
Manusia selalu merasa ingin tahu, maka ia akan selalu mencari jawaban rasa
ingin tahunya terhadap fenomena atau gejala alam. Perkembangan lebih lanjut
dari rasa ingin tahu manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan non fisik atau
kebutuhan alam pikirannya. Untuk memuaskan alam pikirannya, manusia mereka-reka
sendiri jawabannya. Dengan pertolongan akal budinya manusia
menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang
merugikan. Tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang
selalu berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Kalau
salah satu soal dapat dipecahkan maka timbul soal lain yang menunggu
penyelesaian. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang
dimilikinya. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai
kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang
muncul dalam pikirannya. Kegiatan yang dilakukan manusia itu kadang-kadang
kurang serasi dengan tujuannya. Sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan.
Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali
justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan
persoalan. Dengan semangat yang makin berkobar ini diadakanlah
kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan
menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Berdasarkan
sejarah perkembangan manusia, menurut August Comte membagi menjadi tiga tahap,
yaitu :
1.
Tahap
teologi atau tahap metafisika
2.
Tahap
filsafat
3.
Tahap
positif atau tahap ilmu
Pada
tahap teologi atau fiktif manusia berusaha untuk mencari atau menemukan sebab
yang pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu,dan selalu
dihubungkan dengan kekuatan ghaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu
diletakkan dalam kaitannya dengan sumber yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa
setiap gejala dan peristiwa dikuasi dan diatur oleh para dewa atau kekuatan
ghaib lainnya.
Tahap
metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap mencari
sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi menyadarkan kepada
kepercayan akan adanya kekuatan ghaib, melainkan kepada akalnya sendiri,akal
yang telah mampu melakukan abstraktasi guna menemukan hakikat segala sesuatu.
Tahap
positif atau riel merupakan tahap dimana manusia telah mampu berfikir secara
positif atau riel, atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang
dikembangkan secara positif, melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan.
c)
Cara Memperoleh Pengetahuan
Pengetahuan
manusia dimulai dari rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini
sudah dimiliki manusia sejak kecil. Banyak cara untuk memuaskan rasa ingin tahu
manusia. Anak yang belum dapat bertanya senang mencoba-coba hal yang tidak
diketahuinya. Sebagai contoh, anak kecil senang memasukan barang-barang ke
dalam mulutnya hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Di tahap selanjutnya
anak-anak akan banyak bertanya contohnya “itu apa?”, “ini bagaimana?” itu hal
yang lumrah dilewati oleh manusia untuk pengembangan diri. Rasa ingin tahu
tersebut akan terpuaskan bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan
hal yang benar.
Pengetahuan
dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah
dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal
sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
o
Menurut Conant yang dikutip
Kerlinger (1973, h. 3)
Akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian
konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep
merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal
yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi
lainnya dapat pula menyesatkan.
o
Intuisi adalah penilaian
terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya.
Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari.
Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
o
Prasangka adalah Pengetahuan yang dicapai
secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya
kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan
menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
o
Penemuan coba-coba adalah Pengetahuan
yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali
dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan
tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara
pemecahan masalahnya tidak selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang
mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu
itu menyala kemudian anak tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan
anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan
jawaban yang pasti akan hal tersebut.
o
Pikiran Kritis adalah Pikiran kritis ini biasa
didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga
banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena
pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang
pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
o
Pendekatan Ilmiah adalah Pendekatan
ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur
dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori
terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan
atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin
memastikan kebenarannya.
d)
Metode
v Syarat Ilmu
1. Objektif (Ilmu harus memiliki
objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya,
tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau
mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang
dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan
karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek
peneliti atau subjek penunjang penelitian).
2. Metodis (Upaya yang dilakukan
untuk meminimalisasikan kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari
kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara,
jalan).
3. Sistematis (Dalam perjalanan
mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan
terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu
sistem yang berarti utuh, menyeluruh, terpadu dan mampu menjelaskan rangkaian
sebab akibat menyangkut objeknya).
4. Universal (Kebenaran yang hendak
dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat
tertentu)).
IAD (Ilmu Alamiah Dasar) merumuskan pemikiran yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra. Dengan adanya mata kuliah Matematika&IAD di jurusan psikologi ini, mahasiswa bisa lebih jauh mengenal tentang alam. Kita dapat mengetahaui berbagai proses perkembangan pikiran manusia.
Ilmu alamiah selalu merumuskan masalahnya dari
gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat digunakan dalam ilmu
alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari objek-objek materi
yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra. Metode-metode yang digunakan
dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode alamiah yang dapat di
lihat oleh indra sehingga,tidak dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan
untuk membuat prinsip mengenai ilmu alamiah dasar jika tidak ada realitanya.
Kita dapat mengetahui sejarah cara manusia
menangani rasa ingin tahunya. Manusia selalu merasa ingin tahu, maka ia akan selalu
mencari jawaban rasa ingin tahunya terhadap fenomena atau gejala alam.
Perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia adalah untuk memenuhi
kebutuhan non fisik atau kebutuhan alam pikirannya. Untuk memuaskan alam
pikirannya, manusia mereka-reka sendiri jawabannya.Dalam metode Ilmiah dan Tidak Ilmiah terlihat sekali perbedaan yang signifikan, kita harus bisa memperhatikan dengan benar sebelum melakukan sebuah penelitian agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Sekian makalah ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Semoga dapat bermanfaat. Saya mengucapkan Terima Kasih.
By Ferradwitaniary Joana M. N.
12515640
1PA03
DAFTAR PUSTAKAhttps://intanayuda8.wordpress.com/2013/04/05/ilmu-alamiah-dasar-html/
https://www.academia.edu/7440021/Alam_Pikiran_Manusia_dan_Perkembangannya
https://saripedia.wordpress.com/tag/syarat-syarat-ilmu/



