PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP
TRANSPERSONAL
(Global Brain dan Peran Internet)
Global brain adalah konseptualisasi dari jaringan di seluruh
dunia yang terbentuk oleh semua orang diplanet ini bersama-sama dengan
teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan mereka menjadi cerdas,
sistem yang mengatur dirinya sendiri. Sebagai internet menjadi lebih cepat,
lebih cerdas, dan lebih menyeluruh, semakin mengikat kita bersama-sama kedalam
sistem pengolahan informasi tunggal, yang berfungsi seperti sistem saraf untuk
planet Bumi. Kecerdasan jaringan ini berfokus kolektif atau didistribusikan :
Tidak terpusat atau lokal dalam setiap individu tertentu, organisasi atau
sistem komputer. Ini bukan muncul dari jaringan dinamis interaksi antara
komponen-komponennya, properti khas dari sistem adaptif yang kompleks ,The
World Wide Web ( WWW ) pada khususnya menyerupai organisasi otak dengan halaman
webnya ( memainkan peran yang mirip dengan neuron ) yang terhubung oleh hyperlink
(memainkan peran yang mirip dengan sinapsis), bersama-sama membentuk jaringan
asosiatif sepanjang informasi menyebar.
Kemudahan akses internet apabila tidak diawasi penggunaannya akan berakibat
fatal, karena bisa saja informasi-informasi yang kurang baik atau bahkan
informasi yang salah bisa diakses oleh orang-orang yang tidak bisa menyaring
informasi tersebut kemudian mempunyai dampak yang besar tidak hanya bagi
dirinya tapi juga bagi orang lain disekitarnya.
Apabila ditinjau dari segi positif terhadap psikologis
seseorang internet mempunyai dampak sebagai berikut:
a. Membuat
masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif karena mudahnya akses informasi yang diberikan internet.
b.
Membuat masyarakat lebih sadar mengenai hal-hal yang terjadi disekitarnya.
c.
Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena
masyarakat desa pun kini bisa mengakses informasi yang sama dengan masyarakat
yang ada di perkotaan.
Sedangkan
efek negatif yang diberikan internet dilihat dari psikologisnya adalah sebagai
berikut:
a.
Mengikis kecintaan masyarakat kepada budaya aslinya, akses mudah yang diberikan
internet mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
b.
Mempengaruhi pola pikir masyarakat
menjadi sekularisme.internet mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
c. Merusak moral mayarakat dengan banyaknya situs porno dan perjudian.
Peran internet sebagai
mediasi yang memungkinkan terbentuknya berbagai model atau kondisi consciousness
dan dapat pula mendorong terbentuknya collective unconsciousness.
a. Mediasi
Mediasi adalah upaya penyelesaian
konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki
kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa
mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak. Mediasi
disebut emergent mediation apabila mediatornya merupakan anggota dari sistem
sosial pihak-pihak yang bertikai, memiliki hubungan lama dengan pihak-pihak
yang bertikai, berkepentingan dengan hasil perundingan, atau ingin memberikan
kesan yang baik misalnya sebagai teman yang solider.
b. Model of
Consciousness
Model of
Consciousness adalah penjelasan teoritis yang menghubungkan antara bagian kesadaran dalam otak manusia dan fenomena
kesadaran. Model of consciousneess antara lain:
-
Global Workspace Models, dikemukakan oleh Baars (1988)
-
Multiple Draft Theory, dikemukakan oleh Daniel Dennett
(1991)
-
The Dynamic Core, dikemukakan oleh Tononi and Edelman (1998)
-
Information Integration dikemukakan oleh Tononi (2004)
-
Thalamocortical rhythms dikemukakan oleh Llinas, Ribary,
Contreras & Pedroarena (1998)
-
Coalitions of Neurons dikemukakan oleh Crick and Koch (1990)
-
Field Models dikemukakan oleh Kinsbourne (1988)
-
Meskipun teori mengenai model of consciousness sangat
beragam, namun benang merrah dari semua pendekatan yang beragam tersebut adalah
mempelajari korelasi antara aktivitas otak dan aspek kesadaran manusia.
c. Collective Unconsciousness
Adalah
bagian dari psikoanalisis yang dikemukakan oleh Carl Jung, collective
unconsciousness adalah bagian dari unconscious mind yang terdapat di
dalam manusia dan semua bentuk kehidupan yang memiliki sistem saraf, dan
menjelaskan bagaimana struktur dari psyche secara otomatis mengorganisir
berbagai macam pengalaman.
Kesimpulan
Internet mempunyai peran yang besar sebagai
mediator dalam terbentuknya berbagai model consciousness & mendorong
terbentuknya collective unconsciousness, hal ini disebabkan oleh kemudahan yang
diberikan internet kepada setiap individu untuk mengakses berbagai macam
informasi dari seluruh dunia sehingga memungkinkan untuk lahirnya berbagai
model consciousness karena literatur menganai model consciousness dapat
ditemukan dengan mudah. Dengan munculnya berbagai model consciousness karena
literatur yang mudah didapat tentu saja akan menggiring pengguna internet
secara tidak sadar mengorganisir berbagai macam pengalaman yang didapatnya
melalui internet, atau kita sebut sebagai collective unconsciousness.
Sumber:
No
|
Nama
|
NPM
|
JobDesk
|
Url
|
1.
|
Ferradwitaniary Joana M.N
|
12515640
|
Mencari materi
|
|
2.
|
Mahdiyyah Ulfah
|
13515989
|
||
3.
|
M.Bagas Amanah F
|
14515539
|
Mencari materi
|
|
4.
|
Siti Fatimah
|
16515607
|
Mencari materi
|
sitifatimah32.blogspot.co.id
|
5.
|
Valentina Dumaris
|
16515998
|
Mencari materi
|
valentinadumaris.blogspot.com
|




