Jam

Minggu, 25 Desember 2016

2PA04-Penulisan-Ferradwitaniary Joana-Fenomena Vlog

 Fenomena VLOG

Vlog adalah singkatan dari video blog, yaitu suatu kegiatan blogging namun memanfaatkan medium video di atas penggunaan teks maupun penggunaan suara/audio sebagai sumber media yang utama. Biasanya, orang yang sudah membuat Vlog akan mengunggah video mereka di situs web berbagi video, yaitu YouTube.

Untuk dapat mengunggah video di YouTube, kita harus mempunyai chanel atau saluran di situs tersebut. Kali ini saya akan membahas fenomena Vlog yang sedang booming beserta dengan pengaruhnya dikalangan masyarakat. 

Siapa yang tidak tahu situs web YouTube? Siapa yang belum pernah menggunakan atau mengakses situs web YouTube? Hampir seluruh masyarakat dari berbagai kalangan dan berbagai negara pasti sudah pernah menggunakan atau mengakses situs web tersebut. Dalam situs web tersebut, pengguna YouTube dapat mengunggah dan menonton berbagai video. Tidak hanya itu, orang juga bisa memberikan comment, like dan dislike, share  pada video yang di tontonnya. Pengguna Youtube juga bisa meng-subscribe chanel agar saat pemilik yang mempunyai chanel tersebut mengunggah video baru, kita akan diberitahukan pemberitahuan dari YouTube.

Maraknya berbagai pembuatan Vlog di YouTube mengundang perhatian banyak masyarakat. Pengguna YouTube yang sudah mempunyai chanel berlomba-lomba agar mereka bisa mendapat perhatian berupa apresiasi dan pengakuan dari masyarakat atas video blog yang mereka buat. Bisa dilihat contohnya dari kalangan wanita, mereka akan membuat berbagai video yang berhubungan dengan kecantikan seperti Make up Tutorial yang berisikan video seorang wanita yang berdandan di depan camera. Tidak hanya berdandan, biasanya bereka juga akan memberikan review atas produk yang mereka gunakan. Skin Care Routine yang berisikan tentang produk kecantikan apa saja yang mereka gunakan untuk merawat kulitnya agar tetap sehat. Tidak jarang mereka akan dapat mendapat perhatian dari marketing produk kecantikan sehingga mereka akan mendapatkan produk kecantikan dari berbagai brand secara gratis dengan timbal balik mereka akan membuat video tentang produk tersebut. Kadang, mereka juga membuat DIY. DIY merupakan singkatan dari Do It Yourself atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai ‘lakukan sendiri’. Dalam video ini mereka akan membuat DIY yang berhubungan dengan kecantikan. Yang paling sering dibuat adalah video DIY mask for dry skin. Mereka akan membuat video cara membuat masker alami dan tentunya dari bahan alami sehingga pengguna YouTube yang menonton videonya dapat mempraktikannya sendiri dan video tersebut akan mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Tidak sedikit pula yang membuat daily vlog, yaitu sebuah video yang berisikan kegiatan harian si pengguna YouTube tersebut. Ada pula yang membuat holiday vlog yang berisikan kegiatan mereka selama liburan. Ada yang sedikit berbahaya yaitu House and room tour yaitu video yang berisikan kondisi ruangan rumah mereka beserta letak barang-barangnya. Yang paling miris, ada pula yang membuat vlog berupa curahan hati dan pengalaman pribadi mereka yang menurut saya tidak pantas bila kita mempublikasikan suatu hal yang bersifat privasi.

Semakin mudahnya masyarakat dalam menonton Vlog, semakin banyak pula keuntungan dan kerugian bagi pembuat Vlog dan penontonnya. Berikut ini adalah pengaruhdari Vlog.

Pengaruh Positif
1       Mempermudah mendapatkan informasi
Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi positif yang diberikan seperti video tutorial, DIY, life hacks dan lain-lain.
Masyarakat dapat mengetahui berbagai lokasi hiburan, tempat makan bahkan rumah sakit terbaik yang dapat dikunjungi.
2        Lahan untuk mengekspresikan kreativitas
 Pembuat Vlog dapat berekspresi se-kreatif mungkin. Mereka dapat mengunggah video  hasil karya mereka yang unik dan menarik.
3        Dapat dikenal orang banyak sehingga mempermudah dalam berkomunikasi.

Pengaruh Negatif
1         Pengaruh psikologis bagi pembuat Vlog.
Orang saat ini butuh sandaran untuk berbagi namun rendah tingkat kepercayaan pada seseorang, sehingga tidak memilih komunikasi secara langsung. Dan akhirnya mereka 'curhat' namun kemudian disebarkan.
2        Menjadi orang dengan tipe Fame Oriented.
Mereka bangga dapat pamer diri di media sosial, mereka senang mengumbar, senang kalau banyak yang melihat. Bagi mereka yang penting terkenal.
3        Digital Marketing yang tidak resmi.
Menurut saya pribadi, digital marketing seperti meletakan, menuliskan dan menyebutkan suatu brand di vlog tanpa adanya perijinan dan kerja sama antar pihak brand dan pihak YouTube merupakan kegiatan digital marketing yang tidak resmi sehingga merugikan pihak YouTube.
4        Merusak pemikiran anak-anak dan remaja.
Anak-anak dan remaja cenderung lebih hafal dengan nama-nama YouTubers (pemilik YouTube chanel yang sudah terkenal) dibandingkan dengan nama pahlawan yang berjuang di masa penjajahan.
Banyaknya Vlog yang berkonten kekerasan maupun dewasa sangat berpengaruh negatif. Jika anak-anak sudah meniru perilaku buruk tersebut, siapa yang mau bertanggung jawab?