Fenomena VLOG
Vlog
adalah singkatan dari video blog, yaitu suatu kegiatan blogging
namun
memanfaatkan medium video di atas penggunaan teks maupun penggunaan suara/audio
sebagai sumber media yang utama. Biasanya, orang yang sudah membuat Vlog akan
mengunggah video mereka di situs web berbagi video, yaitu YouTube.
Untuk
dapat mengunggah video di YouTube, kita harus mempunyai chanel atau
saluran di situs tersebut. Kali ini saya akan membahas fenomena Vlog yang
sedang booming beserta dengan pengaruhnya dikalangan masyarakat.
Siapa
yang tidak tahu situs web YouTube? Siapa yang belum pernah menggunakan atau
mengakses situs web YouTube? Hampir seluruh masyarakat dari berbagai kalangan
dan berbagai negara pasti sudah pernah menggunakan atau mengakses situs web tersebut.
Dalam situs web tersebut, pengguna YouTube dapat mengunggah dan menonton
berbagai video. Tidak hanya itu, orang juga bisa memberikan comment, like dan
dislike, share pada video yang di
tontonnya. Pengguna Youtube juga bisa meng-subscribe chanel agar
saat pemilik yang mempunyai chanel tersebut mengunggah video baru, kita
akan diberitahukan pemberitahuan dari YouTube.
Maraknya
berbagai pembuatan Vlog di YouTube mengundang perhatian banyak masyarakat.
Pengguna YouTube yang sudah mempunyai chanel berlomba-lomba agar mereka
bisa mendapat perhatian berupa apresiasi dan pengakuan dari masyarakat atas
video blog yang mereka buat. Bisa dilihat contohnya dari kalangan wanita,
mereka akan membuat berbagai video yang berhubungan dengan kecantikan seperti Make
up Tutorial yang berisikan video seorang wanita yang berdandan di depan
camera. Tidak hanya berdandan, biasanya bereka juga akan memberikan review
atas produk yang mereka gunakan. Skin Care Routine yang berisikan
tentang produk kecantikan apa saja yang mereka gunakan untuk merawat kulitnya
agar tetap sehat. Tidak jarang mereka akan dapat mendapat perhatian dari
marketing produk kecantikan sehingga mereka akan mendapatkan produk kecantikan
dari berbagai brand secara gratis dengan timbal balik mereka akan membuat
video tentang produk tersebut. Kadang, mereka juga membuat DIY. DIY
merupakan singkatan dari Do It Yourself atau dalam bahasa Indonesia
dapat diartikan sebagai ‘lakukan sendiri’. Dalam video ini mereka akan membuat DIY
yang berhubungan dengan kecantikan. Yang paling sering dibuat adalah video DIY
mask for dry skin. Mereka akan membuat video cara membuat
masker alami dan tentunya dari bahan alami sehingga pengguna YouTube yang
menonton videonya dapat mempraktikannya sendiri dan video tersebut akan mendapat
tanggapan positif dari masyarakat. Tidak sedikit pula yang membuat daily
vlog, yaitu sebuah video yang berisikan kegiatan harian si pengguna YouTube
tersebut. Ada pula yang membuat holiday vlog yang berisikan kegiatan
mereka selama liburan. Ada yang sedikit berbahaya yaitu House and room tour yaitu
video yang berisikan kondisi ruangan rumah mereka beserta letak
barang-barangnya. Yang paling miris, ada pula yang membuat vlog berupa curahan
hati dan pengalaman pribadi mereka yang menurut saya tidak pantas bila kita
mempublikasikan suatu hal yang bersifat privasi.
Semakin
mudahnya masyarakat dalam menonton Vlog, semakin banyak pula keuntungan dan
kerugian bagi pembuat Vlog dan penontonnya. Berikut ini adalah pengaruhdari
Vlog.
Pengaruh
Positif
1 Mempermudah mendapatkan informasi
Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi positif
yang diberikan seperti video tutorial, DIY, life
hacks dan lain-lain.
Masyarakat dapat mengetahui berbagai lokasi hiburan, tempat makan
bahkan rumah sakit terbaik yang dapat dikunjungi.
2
Lahan untuk mengekspresikan kreativitas
Pembuat Vlog dapat berekspresi se-kreatif mungkin. Mereka dapat
mengunggah video hasil karya mereka yang unik dan menarik.
3
Dapat dikenal orang banyak sehingga mempermudah dalam berkomunikasi.
1
Pengaruh psikologis bagi pembuat Vlog.
Orang saat ini butuh
sandaran untuk berbagi namun rendah tingkat kepercayaan pada seseorang,
sehingga tidak memilih komunikasi secara langsung. Dan akhirnya mereka 'curhat'
namun kemudian disebarkan.
2
Menjadi orang
dengan tipe Fame Oriented.
Mereka bangga dapat
pamer diri di media sosial, mereka senang mengumbar, senang kalau banyak yang
melihat. Bagi mereka yang penting terkenal.
3
Digital
Marketing yang tidak resmi.
Menurut saya pribadi, digital marketing seperti meletakan, menuliskan
dan menyebutkan suatu brand di vlog tanpa adanya perijinan dan kerja sama
antar pihak brand
dan pihak YouTube merupakan kegiatan digital marketing yang tidak resmi sehingga merugikan pihak YouTube.
4
Merusak pemikiran anak-anak dan remaja.
Anak-anak dan remaja
cenderung lebih hafal dengan nama-nama YouTubers (pemilik YouTube chanel
yang sudah terkenal) dibandingkan dengan nama pahlawan yang berjuang di
masa penjajahan.
Banyaknya Vlog yang berkonten
kekerasan maupun dewasa sangat berpengaruh negatif. Jika anak-anak sudah meniru
perilaku buruk tersebut, siapa yang mau bertanggung jawab?




