Jam

Minggu, 17 April 2016

Evolusi



Evolusi
A.   Pengertian Evolusi
            Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu             berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
            Berbeda dengan revolusi, proses evolusi biasanya berlangsung lama. Dalam konteks  penggunaan istilah, evolusi seringkali digunakan untuk menggambarkan       perkembangan yang lambat.
            Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" +  volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,".    Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832  oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles      Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya  yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah  ini kemudian dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.
            Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu  populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.  Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada  keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika  organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan  variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini    menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
                        Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan     genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih  umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih  berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan  lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi       selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik  (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan  perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
            Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil,  perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada  organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru.  Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang  sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.
            Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori -teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman           hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan     abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori  evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan  teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam    Darwin  digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi   modern,     yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi  alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara   terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip  pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh       tentang keanekaragaman hayati di bumi.
            Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun  sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun,  Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak    terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai  evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains     sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
B.    Teori Evolusi
1.      Charles Darwin (1809-1882)
            Charles darwin yang berpendapat bahwa evolusi dapat terjadi karena seleksi alam. Seleksi alam Charles Darwin merupakan didasarkan pada hasil observasi yang  dibuatnya yaitu :
  • Lebih baik keturunan yang dihasilkan dari pada benar-benar mampu bertahan hidup 
  • Dalam suatu spesies tidak ada individu yang identik (sama) karna selalu terjadi variasi dan beberapa individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan individu yang lainnya. 
  • Setiap populasi umumnya akan bertambah terus karna bereproduksi 
  • Pertambahan populasi dibatasi faktor-faktor pembatas yang membuat kenaikan populasi tidak berjalan mulus
  • Adanya seleksi alam yang membuat setiap individu harus beradaptasi terhadap lingkungannya, dan yang berhasil hdup akan mewariskan sifat-sifat keturunannya. 
            Dalam buku "The Origins of Spesies", Charles Darwin menulis 4 pokok pikiran mengenai evolusi. Isi 4 pikiran Charles Darwin adalah sebagai berikut... 
  • Bentuk-bentuk tidaklah bersikap tetap tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus menerus. 
  • Spesies-spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies-spesies yang terdahulu 
  • Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari keturunan yang sama 
  • Seleksi salam merupakan mekanisme untuk terjadinya evolusi
2.      Jean Baptise Lamrack (1744-1829)
Menurut Lamarck, Evolusi adalah perubahan yang terjadi pada suatu individu yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang dapat diturunkan. Teori tersebut dikenal dengan Teori Lamarckisme. Contoh Teori Lamarck, Lamarck berpendapat bahwa jerapah dulunya memiliki leher pendek, namun akibat dari menggapai makanan yang ada diatas pohon yang menyebabkan leher jerapah tertarik atau teregang selama bertahun-tahun yang membuat leher jerapah menjadi panjang.

Dalam bukunya "Philosophic Zoologique" yang berisi bahwa organisme mikroskopis muncul spontan dari bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentk yang lebih kompleks. Lamarck mempercayai bahwa evolusi terjadi saat suatu organisme bagian tubuh itu berubah sepanjang hidupnya dan perubahan dapat diwariskan kepada keturunannya.

3.      Erasmus Darwin (1731-1802)
Dalam bukunya yang berjudul "Zoonomia or The Laws of Organic Life, Evolusi terjadi pada sebuah makhluk hidup (Evolusi organic) termasuk manusia dan juga percaya bahwa karekteristik yang diperolah orang tua kepada keturunannya.

4.      Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, evolusi dapat terjadi yang didasarkan pada metafisika alam. Metafisika alam adalah mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. 

5.      William Paley (1743-1845)
Dalam bukunya "Natural Thurology" yang berpendapat bahwa kekomplex makhluk hidup merupakan bukti kerja sama sang pencipta.

C.   Adaptasi dan Seleksi Alam

·        Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik. Dalam karangan ini akan dijelaskan tentang adaptasi yang dilakukan oleh hewan dan tumbuhan dan perbedaan adaptasi yang dilakukan oleh hewan dengan adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan terhadap lingkungannya.
Adaptasi Hewan : kemampuan hewan untuk menyesuaikan dirinya terhadap perubahan-perubahan keadaan alam atau lingkungannya (seleksi alam).
 Adapun jenis-jenis dan macam-macam adaptasi pada hewan adalah:
v  Adaptasi Morfolog
Adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah makanan.
v  Adaptasi Fisiologi
Adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh pada onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
v  Adaptasi Tingkah Laku
Adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya berupa kemampuan hewan untuk merubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya sehingga kurang dapat terlihat. Kemampuan hanya bisa dilakukan oleh beberapa hewan, seperti cumi-cumi, sotong dan bunglon. Sebagai contoh pada bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri sehingga tidak terlihat oleh dari para pemangsa.

·        Seleksi Alam
Yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industri jumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.

D.   Contoh mahluk hidup yang mengalami evolusi akibat adaptasi dan seleksi alam
            Adaptasi morfologi:
            1. Bentuk mulut serangga yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.
            2. Bentuk tubuh iklan yang stream line sehingga memudahkan dalam berenang.
            3. Daun tumbuhan air yang lebih lebar untuk membantu mempercepat penguapan.
            4. Burung memiliki sayap untuk terbang di udara.
            5. Gigi hewan berbeda-beda sesuai jenis makanannya.
            6. Beruang kutub memiliki kulit dan bulu yang tebal untuk menahan dingin.
            Adaptasi fisiologi:
            1. Ikan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.
            2. Orang yang tinggal di pegunungan memiliki jumlah haemoglobin yang lebih  banyak ketimbang orang biasanya.
            3. Manusia mengeluarkan keringat sebagai pengatur suhu tubuh dan membuang zat  sisa.
            4. Cacing teredo mengeluarkan enzim selulase untuk mencerna kayu yang  dimakannya.
            5. Herbivora menggunakan enzim selulase untuk mencerna rerumputan.
            6. Ikan yang hidup di perairan berkadar garam tinggi memiliki urine yang lebih pekat.
            7. Cacing tanah mengeluarkan zat kapur untuk menetralkan asam di  kerongkongannya.
            Adaptasi tingkah laku:
            1. Kaki seribu akan menggulung bila disentuh.
            2. Bunglon akan melakukan mimikri, mengubah warna tubuhnya sesuai lingkungan  bila dalam keadaan bahaya.
            3. Ikan pari torpedo akan mengeluarkan muatan listrik untuk melindungi diri dari musuhnya.
            4. Tupai dan kumbang akan pura-pura mati bila dalam keadaan bahaya.
            5. Kerbau berkubang di lumpur untuk melunakkan kulitnya dan mengurangi keadaan   panas.
            6. Cumi-cumi menyemprotkan tinta bila dalam keadaan bahaya.
            7. Rayap yang baru menetas menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagela.
            Seleksi Alam
                1. Kepunahan Dinosaurus akibat adanya seleksi alam.
            2. Jari kaki kuda semula lima buah untuk menyesuikan diri dengan tanah  yang lunak  sekarang berjari satu.
            3. Adanya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap lebih banyak dibandingkan yang bersayap cerah di daerah industri.
            4. Adanya variasi paruh burung finch di kepulauan Galapagos.


Daftar Pustaka

Kimia dan Fisika



Kimia dan Fisika

Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume.
A.   Sifat Materi
            Secara umum sifat suatu materi dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika,.
  1. Sifat fisika  dari sebuah materi adalah sifat-sifat yang terkait dengan perubahan fisika, yaitu sebuah sifat yang dapat diamati karena adanya perubahan fisika atau perubahan yang tidak kekal. Sifat fisika berkaitan dengan penampilan atau  keadaan fisis materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna, rasa, dan bau. Air sebagai zat cair memiliki sifat fisika seperti mendidih pada suhu 100oC. Sedangkan logam memiliki titik lebur yang cukup tinggi, misalnya besi melebur pada suhu 1500oC.Sifat materi yang ada hubungannya dengan sifat fisika yaitu :  titik leleh dan titik didih, berat jenis, indeks bias dan perubahan wujud.
  2.  Sifat Kimia dari sebuah materi merupakan sifat-sifat yang dapat diamati muncul pada saat terjadi perubahan kimia. . Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi, misal dapat terbakar, berkarat, mudah bereaksi, beracun, dan bersifat asam atau basa. Beberapa sifat kimia yang lain adalah bagaimana sebuah zat dapat terurai, seperti Batu kapur yang mudah berubah menjadi kapur tohor yang sering disebut dengan kapur sirih dan gas karbon dioksida.contoh sifat kimia adalah: daya ionisasi,kelarutan dan kereaktif

B.     Perubahan Materi
            Perubahan materi adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak.
  1. Perubahan Materi Secara Fisika atau Fisis
            Perubahan fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud  atau ukuran, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru. Perubahan fisika  adalah perubahan yang tidak mengakibatkan pembentukan zat baru, misalnya es  meleleh menjadi air dan tidak membentuk zat baru, tetapi hendaknya diperhatikan    bahwa dalam perubahan fisika memang terjadi beberapa perubahan dan terjadinya transformasi energy.Contoh perubahan fisika :
a)      Perubahan wujud
  1. es balok yang mencair menjadi air
  2. air menguap menjadi uap
  3. kapur barus menyublim menjadi gas, dsb
b)      Perubahan bentuk
  1. gandum yang digiling menjadi tepung terigu
  2. benang diubah menjadi kain
  3. batang pohon dipotong-potong jadi kayu balok dan triplek, dll
2.      Perubahan  Kimia
            Perubahan kimia adalah perubahan dari suatu zat atau materi yang menyebabkan terbantuknya zat baru. Perubahan kimia mempunyai kenderungan untuk mengadakan reaksi kimia.
            Contoh perubahan kimia :
  1. bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot.
  1. proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan
  2. membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan
  3.  bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan
C.   Klasifikasi Materi

            Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi dua kelompok yaitu :
            1.      zat tunggal (unsur dan senyawa)
            2.      campuran
D.   Unsur kimia
            Unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa.Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.
            Berikut adalah tabel unsur periodik kimia :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBfo_xt-D2RxFe7h87A_SfpHUsp92szlP_kIuxK-6tCFK0pugTZYitEFzDjR86JN5MtlZaMKRzw1LMzGXCBCZ3Mn5vqRwSKp8a0RCZbSAjP2HuzobUBT7dPBceHT4L_ZzddQ1x3u2rKIN_/s1600/sistem-periodik-unsur.jpg
E.   Energi
            Energi berasal dan bahasa Yunani”energia” yang berarti kegiatan atau aktivitas. Kata itu terdiri dan en (dalam) dan ergon (kerja). Jadi, PENGERTIAN ENERGI adalah kemampuan untuk melakukan usaha/kerja. Dalam satuan SI energi dinyatakan dalam joule (J). Satuan energi lainnya adalah kalori (kal). James Presecott Joule menunjukkan hubungan antara kalori dan joule, yaitu: 1 kalori 4,18 joule atau 1 joule   0,24 kalori.

F.      Bentuk-Bentuk Energi

            Bentuk-bentuk energi sangat beragam, di antaranya:

            a. Energi Kimia
            Perhatikan sebuah senter yang ada di rumahmu atau yang ada di laboratorium sekolah, kemudian nyalakan. Mengapa lampu senter bisa menyala? Lampu senter bisa   menyala karena ada sumber energi yaitu batu baterai. Batu baterai memiliki energi kimia. Dalam kehidupan sehari-hari sumber energi kimia antara lain: makanan, bahan   bakar minyak, kayu bakar, dan aki. Jadi, energi kimia adalah energi yang tersimpan            dalam senyawa-senyawa kimia.

            b. Energi Kinetik
            Perhatikan ketika sebuah bola yang ditendang mengenai kaca, maka kaca akan pecah.        Mengapa demikian? Bola yang bergerak memiliki energi kinetik sehingga mampu memecahkan kaca. Jadi, energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak. Contohnya mobil yang bergerak, angin yang berhembus, dan baling-baling kipas angin yang bergerak.

            c. Energi Listrik
            Energi listrik timbul dan perpindahan muatan-muatan listrik. Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Misalnya, listrik untuk peralatan rumah tangga (magic jar, setrika, kompor listrik), peralatan elektronik, dan lampu penerangan.

            d. Energi Kalor
            Energi listrik dapat diubah menjadi energi kalor/panas. Misalnya pada setrika listrik, kompor listrik, solder listrik, dan alat pengering rambut (hair dryer).

            e. Energi Cahaya
            Perhatikan ruangan kamu malam han. Tanpa cahaya lampu, ruangan akan gelap. Tanpa cahaya kita tidak bisa melihat apapun. Kita bisa melihat karena ada sumber cahaya atau benda memantulkan cahaya ke mata kita. Selain itu, cahaya juga dibutuhkan oleh tumbuhan. Sumber energi cahaya antara lain: cahaya Matahari dan             cahaya lampu.

            f. Energi Otot
            Energi otot adalah energi yang dihasilkan oleh otot tubuh.  Manusia dan hewan bisa          menggerakkan organ tubuhnya untuk melakukan aktivitas karena memiliki energi otot.

            g. Energi Bunyi
            Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh getaran benda. Contohnya, bunyi bel listrik, bunyi orang berbicara, dan bunyi alat-alat musik. Adanya bunyi   memungkinkan kita dapat menikmati suara musik yang merdu, karena energi bunyi mampu menggetarkan gendang telinga sehingga bunyi bisa terdengar. Bunyi memiliki  energi, buktinya bunyi halilintar bisa memecahkan kaca jendela.
           
            h. Energi Nuklir
            Energi nuklir terjadi karena adanya reaksi fisi atau reaksi fusi dalam atom dan unsur radioaktif seperti uranium. Energi nuklir bisa dimanfaatkan untuk sumber energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

            i. Energi Potensial
            Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena letak atau kedudukannya. Semua benda yang berada di atas permukaan Bumi memiliki energi potensial karena adanya gravitasi Bumi. Contohnya, buah mangga di pohonnya.
           
G.    Fisika

            Fisika (bahasa Yunani: φυσικός (fysikós), "alamiah", dan φύσις (fýsis), "alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.
           Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan  kosmos.
            Cabang-cabang fisika itu sebenarnya banyak banget. Selain itu, cabang-cabang ilmu  fisika juga banyak berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Nah, sekarang kita cek cabang-cabang ilmu fisika yang penulis tahu yuk! Mungkin ada cabang yang juga disebutkan di bidang ilmu lainnya, tapi ngga apa-apa, itu biasa, karena banyak ilmu     yang berkaitan dengan ilmu fisika.
            Mekanika adalah satu cabang fisika yang mempelajari tentang gerak.Mekanika klasik terbagi atas 2 bagian yakni Kinematika dan Dinamika.
  • kinematika membahas bagaimana suatu objek yang bergerak tanpa Menyelidiki sebab-sebab apa yang menyebabkan suatu objek bergerak.
  • dinamika mempelajari bagaimana suatu objek yang bergerak dengan menyelidiki penyebab.
            Mekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika  klasik pada tataran atom dan subatom Mekanika fluida adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas)
            Yang berkaitan dengan listrik dan magnet :
  • Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya.
  • Teknik Elektro atau Teknik listrik (bahasa Inggris: electrical engineering) adalah salah satu bidang ilmu teknik mengenai aplikasi listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Elektrostatis adalah ilmu yang mempelajari listrik statis
  • Elektrodinamis adalah ilmu yang mempelajari listrik dinamis
  • Bioelektromagnetik adaIah disiplin ilmu yang mempelajari fenomena listrik, magnetik dan elektromagnetik yang muncul pada jaringan makhluk bidup.
            Termodinamika adalah kajian tentang energi atau panas yang berpindah Fisika inti adalah ilmu fisika yang mengkaji atom / bagian-bagian atom Fisika Gelombang  adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang gelombang Fisika Optik (Geometri) adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang cahaya.             Kosmografi/astronomi adalah ilmu mempelajari tentang perbintangan dan benda-   benda angkasa. Fisika Kedokteran (Fisika Medis) membahas bagaimana penggunaan ilmu fisika dalam bidang kedokteran (medis), di antaranya:
  • Biomekanika meliputi gaya dan hukum fluida dalam tubuh
  • Bioakuistik (bunyi dan efeknya pada sel hidup/ manusia)
  • Biooptik (mata dan penggunaan alat-alat optik)
  • Biolistrik (sistem listrik pada sel hidup terutama pada jantung manusia)
          Fisika radiasi adalah ilmu fisika yang mempelajari setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain.  Fisika Lingkungan adalah Ilmu yang mempelajari kaitan fenomena fisika dengan lingkungan. Beberapa di antaranya antara lain :
  • Fisika Tanah dalam/Bumi
  • Fisika Tanah Permukaan
  • Fisika udara 
  • Hidrologi
  • Fisika gempa (seismografi fisik)
  • Fisika laut (oseanografi fisik)
  • Meteorologi 
  • Fisika awan
  • Fisika Atmosfer
            Geofisika adalah perpaduan antara ilmu fisika, geografi, kimia dan matematika. Dari segi Fisika yang dipelajari adalah:
  • Ilmu Gempa atau Seismologi yang mempelajari tentang gempa
  • Magnet bumi 
  • Gravitasi termasuk pasang surut dan anomali gravitasi bumi
  • Geo-Elektro (aspek listrik bumi), dll
            Selain yang diuraikan di atas, seiring perkembangan zaman, ilmu fisika telah menjadi  bagian dari segi kehidupan, misalnya :
  • Ekonomifisika yang merupakan aplikasi fisika dalam bidang ekonomi
  • Fisika Komputasi adalah solusi persamaan-persamaan Fisika- Matematik dengan menggunakan , dan lain- lain yang mengakibatkan fisika itu selalu ada dalam berbagai aspek 
H.    Hubungan Fisika dengan Ilmu Pengetahuan Lain

            Fisika merupakan ilmu yang sangat fundamental diantara semua Ilmu Pengetahuan Alam. Misalnya saja pada Kimia, susunan molekul dan cara-cara praktis dalam mengubah molekul tertentu menjadi yang lain menggunakan metode penerapan hukum-hukum Fisika. Biologi juga harus bersandar ketat pada ilmu fisika dan kimia   untuk menerangkan proses-proses yang berlangsung pada makhluk hidup. 

            Tujuan mempelajari Ilmu Fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda, serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi. Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang, hukum fisika berlaku universal. Tinjauan suatu             fenomena dari bidang fisika tertentu akan memperoleh hasil yang sama apabila di tinjau dari bidang fisika lain. 

            Selain itu, konsep-konsep dasar fisika tidak saja mendukung perkembangan fisika itu sendiri, tetapi juga mendukung perkembangan ilmu lain dan teknologi. Ilmu fisika menunjang riset murni maupun terapan. Ahli-ahli geologi dalam risetnya menggunakan metode-metode gravimetri, akustik, listrik dan mekanika. peralatan modern di rumah-rumah sakit menerapkan prinsip ilmu fisika dan Ahli-ahli astronomi        memerlukan optik spektografi dan teknik radio.

I.      Pengukuran, Besaran, dan Dimensi

            Dimensi besaran fisis diwakili dengan simbol, misalnya M, L, T yang mewakili  massa, panjang (mungkin dari istilah bahasa Inggris: length), dan waktu (mungkin dari istilah bahasa Inggris: time). Sebagaimana terdapat satuan turunan yang diturunkan dari satuan dasar, terdapat dimensi dasar primer besaran fisis dan dimensi sekunder besaran yang diturunkan dari dimensi dasar primer. Misalnya, dimensi     besaran kecepatan adalah jarak/waktu (L/T) dan dimensi gaya adalah massa × jarak/waktu² atau ML/T2.
            Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. Satuan besaran fisis        didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer),  namun dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu L. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39,37 in; angka 39,37 ini disebut   sebagai faktor konversi), sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi.
           
            Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9rlkC-TSfVN51xAwTNXz87DMsLUm2G2TbPPbkAS7NjccudA2jXXemys9w42l2mOIcGQSOc_Y-cZZtFNbQCHvPmxJMdaG0F7x1LvHUELgEsOrbtk9Ilh7UTncHOLWMZ7CKn1AN-i7mxOg/s1600/Untitled1.png
J.      PENGUKURAN
            Dalam ilmu fisika pengukuran dapat dilakukan pada sesuatu yang terdifinisi dengan jelas.
            misalnya : pengukuran panjang, massa, temperatur, dll.
            Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
            1. Pengukuran Langsung
            Dengan sesuatu alat ukur langsung memberikan hasil pengukuran
            contoh : pengukuran lebar meja
            2. Pengukuran tak langsung :
            Dengan suatu cara dan perhitungan pengukuran ini barulah memberikan hasilnya.
            contoh : pengukuran benda-benda kuno.
K.   SATUAN
            Pengukuran selalu dibuat relatif terhadap satuan tertentu.
            Sistim satuan yang dipakai sekarang adalah sistim Internasional yang disingkat dengan SI (dari bahasa perancis Le Systeme International D’Unites ) dan sistim      Inggris.
            Dalam SI terdapat 2 sistim satuan yaitu :
            sistim MKS(meter-kilo-sekon) dan sistim CGS(centi-gram-sekon)
L.    BESARAN POKOK
            Pada suatu pengukuran terdapat besaran-besaran yang dianggap pokok dimana besaran ini dipakai sebagai dasar dari suatu pengukuran.
Dalam mekanika ada tiga besaran pokok yaitu ; MASSA, PANJANG dan WAKTU
Dalam Thermodinamika kita mengenal dua besaran pokok yaitu; SUHU dan JUMLAH ZAT ,
Dalam listrik dan cahaya ada dua besaran pokok yaitu ; KUAT ARUS dan INTENSITAS CAHAYA,
dan ada dua besaran pokok yang tak berdimensi yaitu Sudut Ruang dan Sudut Bidang.
            Pada mulanya besaran-besaran pokok tidak mempunyai standart yang jelas . Untuk            menghindari ini maka sejak tahun 1889 diadakan pertemuan rutin yang membahas   berat dan pengukuran.
            Pada pertemuan yang diadakan dalam periode 1954-1971 ditetapkan tujuh besaran pokok beserta satuannya. Sistim satuan yang digunakan adalah sistim satuan SI. 
M. DIMENSI
            Dimensi menyatakan sifat fisis dari suatu besaran . Atau dengan kata lain dimensi merupakan simbul dari besaran pokok, seperti terlihat dalam tabel 1. Dimensi dapat dipakai untuk mengecek rumus – rumus fisika. Rumus fisika yang benar harus mempunyai dimensi yang sama pada kedua ruas .
            Didalam suatu pengukuran ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu   mendapatkan angka yang terlalu kecil atau angka yang terlalu besar jika dipakai satuan diatas.
            Untuk menyederhanakan permasalahan tersebut maka dalam pertemuan pada tahun           1960-1975 komite international di atas menetapkan awalan pada satuan-satuan tersebut.
N.   BESARAN TURUNAN
            Besaran turunan adalah besaran-besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
            Jadi besaran turunan terdiri dari lebih dari satu besaran pokok.
            Dalam fisika terdapat banyak sekali besaran turunan. Bebarapa contoh dari besaran turunan dibawah ini : Gaya, Kecepatan, Percepatan, Usaha, Daya, Volume, Massa jenis, dll