Jam

Minggu, 17 April 2016

Evolusi



Evolusi
A.   Pengertian Evolusi
            Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu             berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
            Berbeda dengan revolusi, proses evolusi biasanya berlangsung lama. Dalam konteks  penggunaan istilah, evolusi seringkali digunakan untuk menggambarkan       perkembangan yang lambat.
            Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" +  volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,".    Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832  oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles      Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya  yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah  ini kemudian dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.
            Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu  populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.  Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada  keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika  organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan  variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini    menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
                        Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan     genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih  umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih  berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan  lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi       selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik  (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan  perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
            Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil,  perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada  organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru.  Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang  sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.
            Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori -teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman           hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan     abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori  evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan  teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam    Darwin  digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi   modern,     yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi  alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara   terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip  pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh       tentang keanekaragaman hayati di bumi.
            Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun  sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun,  Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak    terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai  evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains     sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
B.    Teori Evolusi
1.      Charles Darwin (1809-1882)
            Charles darwin yang berpendapat bahwa evolusi dapat terjadi karena seleksi alam. Seleksi alam Charles Darwin merupakan didasarkan pada hasil observasi yang  dibuatnya yaitu :
  • Lebih baik keturunan yang dihasilkan dari pada benar-benar mampu bertahan hidup 
  • Dalam suatu spesies tidak ada individu yang identik (sama) karna selalu terjadi variasi dan beberapa individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan individu yang lainnya. 
  • Setiap populasi umumnya akan bertambah terus karna bereproduksi 
  • Pertambahan populasi dibatasi faktor-faktor pembatas yang membuat kenaikan populasi tidak berjalan mulus
  • Adanya seleksi alam yang membuat setiap individu harus beradaptasi terhadap lingkungannya, dan yang berhasil hdup akan mewariskan sifat-sifat keturunannya. 
            Dalam buku "The Origins of Spesies", Charles Darwin menulis 4 pokok pikiran mengenai evolusi. Isi 4 pikiran Charles Darwin adalah sebagai berikut... 
  • Bentuk-bentuk tidaklah bersikap tetap tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus menerus. 
  • Spesies-spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies-spesies yang terdahulu 
  • Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari keturunan yang sama 
  • Seleksi salam merupakan mekanisme untuk terjadinya evolusi
2.      Jean Baptise Lamrack (1744-1829)
Menurut Lamarck, Evolusi adalah perubahan yang terjadi pada suatu individu yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang dapat diturunkan. Teori tersebut dikenal dengan Teori Lamarckisme. Contoh Teori Lamarck, Lamarck berpendapat bahwa jerapah dulunya memiliki leher pendek, namun akibat dari menggapai makanan yang ada diatas pohon yang menyebabkan leher jerapah tertarik atau teregang selama bertahun-tahun yang membuat leher jerapah menjadi panjang.

Dalam bukunya "Philosophic Zoologique" yang berisi bahwa organisme mikroskopis muncul spontan dari bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentk yang lebih kompleks. Lamarck mempercayai bahwa evolusi terjadi saat suatu organisme bagian tubuh itu berubah sepanjang hidupnya dan perubahan dapat diwariskan kepada keturunannya.

3.      Erasmus Darwin (1731-1802)
Dalam bukunya yang berjudul "Zoonomia or The Laws of Organic Life, Evolusi terjadi pada sebuah makhluk hidup (Evolusi organic) termasuk manusia dan juga percaya bahwa karekteristik yang diperolah orang tua kepada keturunannya.

4.      Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, evolusi dapat terjadi yang didasarkan pada metafisika alam. Metafisika alam adalah mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. 

5.      William Paley (1743-1845)
Dalam bukunya "Natural Thurology" yang berpendapat bahwa kekomplex makhluk hidup merupakan bukti kerja sama sang pencipta.

C.   Adaptasi dan Seleksi Alam

·        Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik. Dalam karangan ini akan dijelaskan tentang adaptasi yang dilakukan oleh hewan dan tumbuhan dan perbedaan adaptasi yang dilakukan oleh hewan dengan adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan terhadap lingkungannya.
Adaptasi Hewan : kemampuan hewan untuk menyesuaikan dirinya terhadap perubahan-perubahan keadaan alam atau lingkungannya (seleksi alam).
 Adapun jenis-jenis dan macam-macam adaptasi pada hewan adalah:
v  Adaptasi Morfolog
Adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah makanan.
v  Adaptasi Fisiologi
Adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh pada onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
v  Adaptasi Tingkah Laku
Adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya berupa kemampuan hewan untuk merubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya sehingga kurang dapat terlihat. Kemampuan hanya bisa dilakukan oleh beberapa hewan, seperti cumi-cumi, sotong dan bunglon. Sebagai contoh pada bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri sehingga tidak terlihat oleh dari para pemangsa.

·        Seleksi Alam
Yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industri jumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.

D.   Contoh mahluk hidup yang mengalami evolusi akibat adaptasi dan seleksi alam
            Adaptasi morfologi:
            1. Bentuk mulut serangga yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.
            2. Bentuk tubuh iklan yang stream line sehingga memudahkan dalam berenang.
            3. Daun tumbuhan air yang lebih lebar untuk membantu mempercepat penguapan.
            4. Burung memiliki sayap untuk terbang di udara.
            5. Gigi hewan berbeda-beda sesuai jenis makanannya.
            6. Beruang kutub memiliki kulit dan bulu yang tebal untuk menahan dingin.
            Adaptasi fisiologi:
            1. Ikan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.
            2. Orang yang tinggal di pegunungan memiliki jumlah haemoglobin yang lebih  banyak ketimbang orang biasanya.
            3. Manusia mengeluarkan keringat sebagai pengatur suhu tubuh dan membuang zat  sisa.
            4. Cacing teredo mengeluarkan enzim selulase untuk mencerna kayu yang  dimakannya.
            5. Herbivora menggunakan enzim selulase untuk mencerna rerumputan.
            6. Ikan yang hidup di perairan berkadar garam tinggi memiliki urine yang lebih pekat.
            7. Cacing tanah mengeluarkan zat kapur untuk menetralkan asam di  kerongkongannya.
            Adaptasi tingkah laku:
            1. Kaki seribu akan menggulung bila disentuh.
            2. Bunglon akan melakukan mimikri, mengubah warna tubuhnya sesuai lingkungan  bila dalam keadaan bahaya.
            3. Ikan pari torpedo akan mengeluarkan muatan listrik untuk melindungi diri dari musuhnya.
            4. Tupai dan kumbang akan pura-pura mati bila dalam keadaan bahaya.
            5. Kerbau berkubang di lumpur untuk melunakkan kulitnya dan mengurangi keadaan   panas.
            6. Cumi-cumi menyemprotkan tinta bila dalam keadaan bahaya.
            7. Rayap yang baru menetas menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagela.
            Seleksi Alam
                1. Kepunahan Dinosaurus akibat adanya seleksi alam.
            2. Jari kaki kuda semula lima buah untuk menyesuikan diri dengan tanah  yang lunak  sekarang berjari satu.
            3. Adanya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap lebih banyak dibandingkan yang bersayap cerah di daerah industri.
            4. Adanya variasi paruh burung finch di kepulauan Galapagos.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar