Jam

Selasa, 17 November 2015

UNSUR KEBUDAYAAN




ILMU BUDAYA DASAR


 
Unsur kebudayaan
7 unsur kebudayaan universal yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat adalah:
1.     Peralatan dan Perlengkapan Hidup
2.     Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi
3.     Sistem Kemasyarakatan
4.     Bahasa
5.     Kesenian
6.     Sistem Pengetahuan
7.     Religi







Ketujuh Unsur Kebudayaan tersebut, dikatakan sebagai Unsur-Unsur  Kebudayaan Universal karena dapat dijumpai pada setiap kebudayaan manapun di seluruh dunia, baik dalam masyarakat pedesaan maupun masyarakat kota besar.

Unsur-Unsur Kebudayaan Universal dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.     Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Sistem Teknologi)
            Peralatan dan Perlengkapan Hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia/masyarakat dalam setiap proses kehidupan terutama dalam  rangka memenuhi kebutuhan hidup.
            Teknologi merupakan cara/teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala  peralatan dan perlengkapan.
Teknologi yang berkembang di masyarakat dan berfungsi sebagai peralatan dan perlengkapan hidup diantarannya adalah:
                                                a.     Alat-Alat Produktif
                                                b.    Senjata
                                                c.     Wadah
                                                d.    Alat-Alat menyalakan api
                                                e.     Makanan
                                                f.     Pakaian
                                                g.    Tempat Berlindung dan Perumahan
                                                h.     Alat-Alat Transportasi

2.     Sistem Mata Pencaharian Hidup ( Sistem Ekonomi)
            Sistem Mata Pencaharian Hidup yang termasuk dalam unsure budaya universal terfokus pada mata pencaharian masyarakat tradisional, diantaranya:
                                    a.     Berburu dan Meramu
                                    b.    Beternak
                                    c.     Bercocok tanam di Ladang
                                    d.    Menangkap Ikan

3.     Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
            a. Sistem Kekerabatan

            Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial.
            Sistem kekerabatan adalah system menghitung garis keturunan atas dasar hubungan perkawinan dan hubungan darah.
            Dapat pula disebutkan bahwa kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang mimiliki hubungan darah dan hubungan perkawinan.
Ada beberapa system kekerabatan yang dimiliki/dijalani oleh masyarakat di Indonesia, yaitu:
a.     Sistem Kekerabatan Bilateral
            Sistem Kekerabatan Bilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari dua pihak, yaitu dari pihak ayah dan ibu secara seimbang/bersama- sama
b.    Sistem Kekerabatan Unilateral
            Sistem kekerabatan Unilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari satu pihak, yaitu dari pihak ibu saja  yang disebut system matrilineal atau dari pihak ayah saja yang disebut system patrilineal.
c.     Sistem Kekerabatan Ambilineal
            Sistem Kekerabatan Ambilineal, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu secara bergantian, atau bisa dikatakan menghitung garis keturunan sebagian dari pihak ayah sebagian dari pihak ibu.
                       
            b. Organisasi Sosial
            Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu hidup bersama dengan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan hidup tertentu yang  tidak dapat dicapai sendiri, manusia bersama-sama dengan manusia lain dalam  masyarakat akan membentuk perkumpulan/organisasi sosial.
            Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat  baik formal       maupun non formal (berbadan hokum maupun tidak berbadan hokum).
Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:
      a.     Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
   b.Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti                                     Jumpo, dan sebagainya.
      c.     Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
      d.    Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.


4.     Bahasa
            Bahasa merupakan wujud budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berinteraksi, baik secara lisan, tulisan maupun bahasa isyarat.
            Secara umum bahasa berfungsi sebagai:
                                    a.     Alat berekspresi
                                    b.    Alat komunikasi
                                    c.     Alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
            Secara khusus bahasa berfungsi untuk:
                        a.     Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari (fungsi praktis)
                        b.    Mewujudkan seni (fungsi artistic)
                        c.     Mempelajari naskah-naskah kuno ( fungsi filosofis)
                        d.    Usaha mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi

5.     Kesenian
            Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat       manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.
            Kesenian secara umum dapat dibedakan menjadi:
a.     Seni Rupa, yaitu kesenian yang dapat dinikmati secara visual (melalui mata).
b.    Seni Suara, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui telinga/didengar.
c.     Seni Drama, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui mata dan telinga (dilihat dan didengarkan). Seni drama mengandung unsure-unsur dari seni lukis, seni musik, sastra, dan tari,

6.     Sistem Ilmu dan Pengetahuan
            Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya.
            Setiap masyarakat, tidak mungkin dapat hidup tanpa pengetahuan tentang alam sekitarnya dan sifat-sifat dari peralatan hidup yang mereka pakai.
                        Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:
                                    a.     Pengetahuan tentang alam
                                    b.    Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
                                    c.     Pengetahuan tentang tubuh manusia
                                    d.    Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
                                    e.     Pengetahuan tentang ruang dan waktu

7.     Sistem Religi (Kepercayaan)
            Kepercayaan/Religi adadalah suatu keyakinan bahwa hal-hal yang dipercayai itu  benar dan nyata (Tuhan, manusia, benda-benda, hewan, dll); ada harapan dan     keyakinan (akan kejujuran, kebaikan); ada orang-orang yang dipercaya(diserahi  tugas); dan sebutan untuk system religi/agama yang ada di Indonesia.
            Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan kepercayaan atau agama didasarkan     pada suatu getaran jiwa, yang disebut emosi keagamaan (religius emotion). Emosi            keagamaan inilah yang membuat manusia melakukan tindakan yang bersifat   keagamaan.

by, Ferradwitaniary Joana M. N
12515640
1PA03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar